Pondok Pesantren Karangsem Paciran Lamongan

Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]










Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri khusus yang membedakaanya dengan jenjang lainnya. Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan dijenjang sebelumnya perlu ditinggalkan dan diganti dengan cara belajar baru yang lebih sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis siswa. Untuk itu perlu adanya upaya menjembatani siswa mengenal berbagai kekhususan dari jenjang pendidikan barunya, baik yang berupa lingkungan fisik, lingkungan social maupun program belajar. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif, efisien dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.



Sejak tahun 2014, kegiatan untuk mengenalkan lingkungan sekolah dikenal dengan istilah Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD). Dalam praktiknya, MOPD nyatanya belum dapat berjalan secara efektif dan efisien. Banyak bentuk kegiatan MOPD yang justeru kontraproduktif dengan tujuannya, yakni mengenalkan siswa dengan lingkungan sekolah baru. Bahkan tidak jarang pula dijumpai praktik-praktik perpeloncoan. Hal inilah yang kemudian menginisiasi pemerintah untuk mengubah konsep MOPD menjadi kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), yang ditandai dengan lahirnya Permendikbud nomor 18 tahun 2016.


MTs Muhammadiyah 2 Pondok Karangasem memiliki cara sendiri untuk mengimplementasikan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), yakni dengan cara mengadakan program pembimbingan Jati Diri Siswa (JDS) yang bertujuan agar peseta didik dapat mengenali jati dirinya, supaya lebih mudah dalam beradaptasi dan berinteraksi dengan kondisi lingkungan Pendidikan yang baru. Program Jati Diri Siswa (JDS) ini di selenggarakan dalam kurun waktu 25 hari dengan mencakup berbagai macam aspek materi yang berhubungan dengan kondisi psikologi peserta didik yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib